Untuk kedua kalinya, Bluebird bali menyelenggarakan ‘Babayuhan Sapuh Leger dan Babayuhan melik’ pada Tumpek Wayang, Saniscara Kliwon Wuku Wayang, Sabtu, 16 November 2019 di Pool Bluebird Sesetan, Denpasar Selatan, Bali. Kegiatan ini merupakan kolaborasi bersama Gases Bali untuk melestarikan kearifan lokal masyarakat Bali, sekaligus mendukung program dan visi Gubernur Bali, Wayan Koster ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’.

Babayuhan Sapuh Leger selain untuk babayuhan yang lahir pada Wuku Wayang juga diperuntukkan kepada kelahiran khusus dan kelahiran melik, seperti: kelahiran anak tunggal (ontang-anting), Telaga apit pancoran (lanang-istri-lanang), Pancoran apit telaga (istri-lanang-istri), Julung sarab (lahir sandi kala), Panca pandawa (putra lima), Sanan empeg (diapit saudara meninggal), kembar, kembar buncing, Anak margana (lahir dalam perjalanan), Kedukan (3 perempuan), Leluta (laki 3) dan Padadon (5 bersaudara, 4 laki-laki, 1 perempuan)

“Babayuhan Sapuh leger dan Babayuhan Melik sebagai upacara pembersihan kotoran ini mendapat antusias tinggi, dilihat dari jumlah peserta yang tahun ini meningkat dari 1.126 peserta menjadi 2.500 peserta, mulai balita hingga lansia. Pesertanya tidak hanya berasal dari Bali, tapi juga ada yang dari Lombok dan Jawa Timur,” ujar General Manager Bluebird area Bali dan Lombok, dr I Putu Gede Panca Wiadnyana.

Direktur Utama PT Blue Bird Tbk, Noni Purnomo yang secara khusus hadir di tengah-tengah ribuan umat Hindu ini sangat mengapresiasi kegiatan ini karena erat kaitannya dengan cultural keagamaan di Pulau Dewata tempat Bluebird Bali berada. “Upacara ini selain melaksanakan kegoatan sosial melalui dana CSR perusahaan, juga mendukung program pemerintah untuk menjaga alam dan lingkungan. Ditunjukkan dengan gerakan anti kantong plastik sekali pakai oleh peserta yang juga sejalan dengan komitmen Bluebird Group untuk turut menjaga lingkungan.”

Share To