Kelas Membuat Kue, dari Pengemudi Perempuan untuk Para Istri Pengemudi

Jakarta, 3 November 2013. Di Indonesia umumnya pencari nafkah adalah kaum laki-laki. Walaupun saat ini banyak perempuan yang sukses meniti karir, bahkan menduduki posisi penting.

Menjadi ibu rumah tangga adalah suatu pilihan mulia yang tak kalah pentingnya. Sebab, perempuanlah yang bisa menyatukan keluarga kecil di Indonesia. Oleh karena itu, tak ada salahnya apabila perempuan, atau ibu rumah tangga  bisa membantu menopang perekonomian keluarga.

Di sisi lain, pengetahuan dan keterampilan mampu mengangkat harkat dan martabat perempuan, menggusur anggapan stereotip konsumtif.

Sukses dengan penyelenggaraan kelas  keterampilan menjahit untuk para istri pengemudi Blue Bird Group sebelumnya, program Blue Bird Peduli kembali membuka kelas baru untuk  meningkatkan keterampilan para istri pengemudi, yakni kelas membuat kue.

 

Menurut Koordinator Program Blue Bird Peduli Noni Purnomo, pilihan keterampilan membuat kue karena bisa dikatakan mudah, namun butuh perhatian dan keahlian khusus untuk melakukannya. “ Orang yang hobi dapat membuat kue dengan berhasil, asalkan mengikuti resep dan prosedur yang ada.  Semua orang bisa melakukannya, tapi  bisa saja belum tentu enak..! Karena itu, yang perlu ditekankan dalam kegiatan belajar ini adalah menggali cita rasa yang khas, sesuai dengan lidah segmennya,” terang Noni.

Noni menambahkan, jika kita bisa membuat satu jenis kue saja, dan ditekuni sampai memiliki keunikan dan cita rasa yang baik, maka itu bisa dijadikan sumber usaha baru, selain tentu saja bisa dikonsumsi sendiri sebagai jajanan murah dan berkualitas untuk keluarga.  “Kami sediakan semua sarana untuk belajar, mulai dari tempat dan peralatannya secara gratis. Yang menarik, instruktur dari program ini adalah pengemudi taksi perempuan Blue Bird Group, yakni ibu Tri Fatma, yang memang telah memiiki keterampilan dan sertifikat. Jadi program ini dari pengemudi perempuan untuk para istri pengemudi. Perusahaan hanya memfasilitasi saja, ”  ujar Noni bangga.

Sementara itu, Tri Fatma, pengemudi taksi taksi perempuan Blue Bird Group dari pool Narogong sendiri berpenadapat, bahwa apa yang dilakukannya semata-mata berbagi ilmu. “Sebagai perempuan, selain sudah menjadi kodratnya menjadi seorang ibu, suatu saat kita juga harus siap bila menghadapi hal yang tak terduga, dan itu saya alami sendiri.  Keterampilannlah yang membuat saya bisa tetap menafkahi keluarga, serta membiayai pendidikan anak-anak saya,”  ucap Tri Fatma memotivasi.

Selain diberikan keterampilan membuat kue, para peserta juga dibekali dengan keterampilan membuat kemasan agar hasil karyanya lebih menarik, dan layak dijajakan di tempat-tempat yang representative. “Nantinya, Kita juga akan bantu memasarkan produk mereka apabila dinilai sudah layak untuk dijajakan di tempat-tempat yang representative, seperti mall atau convenient store. Sementara ini yang sudah bersedia menampung  adalah 7 Eleven convenient store. Prinsipnya, kita membantu agar tumbuh wirausaha baru dari Keluarga Besar Blue Bird Group,” pungkas Noni.

BlueBirdApps

My Blue Bird

Sekarang Aplikasi My Blue Bird baru telah hadir dengan fitur terkini
untuk membuat perjalananmu lebih nyaman.