Blue Bird Peduli Berikan Bea Siswa untuk 4.000 an Anak pengemudi

Jakarta, 5 November 2016. Sebanyak 4.000 an anak pengemudi dan karyawan dari wilayah Jabodetabek, menerima bantuan bea siswa dari program Blue Bird Peduli. Bantuan bea siswa tersebut mulai dari tingkat SMU, D3 dan S1. Acara penyerahan berlangsung di gedung Pusat Blue Bird Group, Mampang, Jakarta Selatan, Sabtu (11/5).
Bantuan Bea siswa tersebut dari dua jenis, yakni yang bersifat Umum dan Khusus. Bantuan Bea siswa yang bersifat umum, diberikan mulai dari jenjang pendidikan SMU atau SMK hingga Perguruan Tinggi, Sedangkan bantuan bea siswa khusus diperuntukan bagi anak-anak pengemudi dan staf yang membutuhkan pendidikan khusus sperti sekolah luar biasa, dan anak-anak yang orang tuanya sudah meninggal dunia.

Dalam kesempatan ini juga diumumkan 10 orang pengemudi yang mendapatkan fasiiitas ibadah Umroh ke Tanah Suc, dan akan berangkat pada tanggal 10 Novemberi. Para penerima fasilitas ibdah Umroh ini diepas oleh Direktur Utama P.T Blue Bird Tbk dr. H. Purnomo Prawiro. “Selain kebutuhan jasmani, berupa kesejahteraan untuk pengemudi beserta keluarganya, kebutuhan ruhani yang bersifat keagamaan juga menjadi perhatian perusahaan. Kami yakin bahwa kesejahteraan yang bersifat keagamaan ini sangat berpengaruh terhadap sikap dan prilaku setiap individu di perusahaan ini. Sebab, agama merupakan salah satu tuntunan moral untuk kita berbuat baik dan jujur dalam melayani. Bukan hanya sekedar syarat ataupun peraturan perusahaan, namun akan lebih indah hasilnya apabila semua itu dilakukan dengan hati, jujur dan tulus dalam melayani, “ jelas beliau.

Koordinator program Blue Bird Peduli, Noni Purnomo, yang juga Direktur Utama Blue Bird Group Holding, pada kesempatan tersebut menyampaikan, dasar pemikiran diadakannnya program Blue Bird Peduli. Latar belakang keluarga ibu Djoko (Mutiara Siti Fatimah Djokosoetono SH, pendiri Blue Bird) adalah pendidik. Semasa hidupnya, Almarhumah Ibu Djoko (sapaan akrab beliau) aktif mendampingi suaminya, Almarhum Prof. Djokosoetono dan SH mengabdikan karirnya di dunia pendidikan, khususnya ilmu hukum. Prof Djokosoeotno sendiri adalah adalah pendiri Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) dan Sekolah Tinggi Hukum Miiter.

“Saat itu mendiang ibu Djoko, turut aktif sebagai dosen mendampingi suami. Oleh karena itu, terkait dengan program Blue Bird Peduli ini, fokus pada ibidang pendidikan, meneruskan cita-cita beliau, menciptakan generasi penerus yang berkualitas, dan mampu bersaing, “ jelas Noni Purnomo pada sambutannya.

Lebih lanjut Noni menjelaskan, sejalan dengan perkembangan perusahaan, program Blue Bird Peduli-pun mengalami perkembangan. “Saat ini Blue Bird Peduli cakupannya bukan saja bidang pendidikan formal melainkan juga informal seperti memberikan pelatihan keterampilan kepada masyarakat umum, dan istri-istri pengemudi agar mereka mampu produktif. Beberapa program yang sudah berjalan diantaranya, membuat kue, masakan dan kerajinan. Program ini sudah berjalan bukan hanya di Jakarta, melainkan di semua kota yang ada cabang Blue Bird, seperti Bandung, Makassar, Surabaya, dan Medan. Melalui program ini juga, diharapkan suatu saat nanti nanti akan lahir pengusaha-pengusaha baru dari Keluarga Besar Blue Bird Group,” harap Noni bangga.

Saat ini, lanjut Noni, Blue Bird Peduli sudah memiliki Ruko yang digunakan sebagai tempat pelatihan dan pemsaran produk-produk karya istri-istri pengemudi di kkawasan perumahan Galaxi, Bekasi.

BlueBirdApps

My Blue Bird

Sekarang Aplikasi My Blue Bird baru telah hadir dengan fitur terkini
untuk membuat perjalananmu lebih nyaman.